Subscribe:

Ads 468x60px

Wednesday, 30 November 2016

Soal UAS Kuliah Pendidikan Matematika UAD

Soal UAS Pendidikan Matematika Semester 1

Soal UAS Pendidikan Matematika UAD Semester 1

Soal UAS Pendidikan Matematika UAD Semester 1

Anda ingin mendapatkan Soal – Soal matakuliah yang lain secara lengkap, caranya mudah dengan Klik disini

    Soal UAS Pendidikan Matematika Semester 2

Soal UAS Pendidikan Matematika UAD Semester 2

Soal UAS Pendidikan Matematika UAD Semester2

Soal UAS Pendidikan Matematika UAD Semester2

Anda ingin mendapatkan Soal – Soal matakuliah yang lain secara lengkap, caranya mudah dengan Klik disini

     Soal UAS Pendidikan Matematika Semester 3

Soal UAS Pendidikan Matematika UAD Semester3

Soal UAS Pendidikan Matematika UAD Semester3

Anda ingin mendapatkan Soal – Soal matakuliah yang lain secara lengkap, caranya mudah dengan Klik disini

087738119247 WA


Bismillah...
Open Donasi Untuk Kegiatan TPA di Dusun Kami

http://etnikxv.blogspot.co.id/2014/12/donasi.html
Alamat : Piyaman Wonosari Gunungkidul
Maps   : Klik
Info Lebih Lanjut Klik Link
Matur nuwun

Monday, 21 November 2016

Pengertian Garis Wallace dan Garis Weber



Pengertian Garis Wallace
Wallace diambil dari nama ilmuan pertama Inggris yang meneliti persebaran hewan Indonesia. Garis Wallace memisahkan antara wilayah flora dan fauna Asiatis dengan wilayah peralihan yang terletak di sebelah selatan Filipina ke arah selatan. Adapun oleh Huxley garis ini diluruskan di sebelah barat kepulauan Filipina.

Garis Weber
Weber adalah peneliti asal Jerman yang meneliti persebaran ikan-ikan air tawar di pulau Sumatra dan Kalimantan. Garis Weber, membatasi wilayah fauna Australia dengan wilayah flora-fauna peralihan.

Instagram : gunawanbudi_utomo

Jenis Tanah di Indonesia (Litosol, Latosol dan lain sebagainya)



Jenis Tanah Di Indonesia (Litosol, Latosol, Aluvial, Regosol, Grumusol, Organasol)

Litosol adalah tanah yang baru mengalami pelapukan dan sama sekali belum mengalami perkembangan. Tanah litosol ini berasal dari batuan-batuan konglomerat dan granit, yang mana kesuburannya cukup dan cocok dimanfaatkan untuk hutan. Penyebarannya di Jawa Tengah, Jawa Timur, Madura, Nusa Tenggara, Maluku dan Sumatra.

Latosol adalah tanah yang telah mengalami pelapukan intensif. Warna tanah tergantung susunan bahan induknya dan keadaan iklim. Latosol merah berasal dari vulkam intermedier. Latosol merah sangat subur, dan dimanfaatkan untuk pertanian dan perkebunan. Penyebarannya di seluruh Indonesia, kuciali di Nusa Tenggara dan Maluku

Aluvial yaitu tanah muda yang berasal dari pengendapan. Sifatnya tergantung dari asal yang dibawa oleh sungai. Tanah aluvial yang berasal dari gunung api umumnya subur karena banyak mengandung mineral. Tanah ini sangat cocok untuk persawahan. Penyebarannya di lembah-lembah sungai dan daratan pantai, musalnya di Kerawang, Indramayu, dan Delta Brantas

Regosol, belum jelas menampakan pemisahan horizonnya. Tanah regosol terdiri atas tanah latosol lateral yang terdiri atas : latosol merah kuning, coklat kemerahan, coklat, cokelat kekuningan. Tanah ini cocok dimanfaatkan untuk pertanian padi, palawija, kelapa, dan tebu. Persebarannya disekitar lereng merapi.

Grumusol atau margalit, terdiri atas beberapa macam : grumusol pada batu kapur, grumusol pada sedimen tuff, grumusol pada lembah-lembah kaki pegunungan, grumusol endapan alluvial. Kesuburan tanah cukup subur, dan dimanfaatkan untuk pertanian padi, maupun tebu. Persebarannya di Madura, Gunungkidul, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara.

Organasol, mengandung paling banyak bahan organik, tidak mengalami perkembangan profil, disebut juga tanah gambut. Bahan organik ini terdiri atas akumulasi sisa-sisa vegetasi yang telah mengalami humifikasi, tetapi belum mengalami mineralisasi. Tanah ini kurang subur. Tanah ini belum dimanfaatkan tetapi dapat dimanfaatkan untuk persawahan. Persebarannya di Sumatra sepanjang pantai Utara, Kalimantan, dan Papua.

Pengertian Kenakalan Remaja


Pengertian Kenakalan Remaja
Kenakalan remaja adalah semua perbuatan anak remaja yang berlawanan dengan ketertiban umum baik nilai dan norma yang dapat menimbulkan bahaya atau kerugian pada pihak lain.
Indikator kenakalan remaja adalah,
i)                   Adanya keinginan untuk melawan, seperti dalam bentuk radikalisme
ii)                Adanya sikap apatis yang biasanya disertai dengan rasa kecewa terhadap kondisi masyarakat.
Bentuk kenakalan remaja yang sering meresahkan diantaranya tawuran antar sekolah atau geng, pencurian helm, pencurian motor, narkoba, bahkan pembunuhan.
Kiat-kiat mengatasi dan mencegah kenakalan remaja :
1)                Sejak kecil seharusnya dan wajib orang tua memberikan kasih sayang penuh kepada anaknya, sehingga saat remaja nantinya akan lebih terkontrol dan pastinya akan baik
2)                Orang tua memantau aktivitas anak remajanya agar tidak salah pergaulan
3)                Arahkan anak remaja kita untuk selalu melakukan hal-hal positif
Masyarakat mengkondisikan lingkungan nyaman untuk remaja dan menyediakan wadah-wadah penampung kreatifitas anak muda.

Kuis Humor Selera Tawa



Kuis Humor Selera Tawa

#1
Suatu masa dimana jaman yang makmur ada tiga mahasiswa kuliah di suatu perguruan tinggi atau bisa juga disebut universitas di salah satu kota. Ketiganya kuliah berbeda-beda jurusan. Mereka adalah Xiadus, Brutuwali, dan Sosdem. Berbincanglah :

Xiadus      : “Woi bro apa kabar ?”
Sosdem     : “Baik dus”
Xiadus      : “das dus das dus panggilnya, emang gue wedus ? Mana ni si Brutuwali ?, kok nggak nongol”
Sosdem     : “lah kan nama Lo Xiadus, gimana sih. Brutuwali mungkin bentar lagi dia datang.    Eh...   Lo sudah ngerjain tugas pak Gandrung belum ?”
Xiadus      : “Yah tugas itu,...  yaaaa ...masa gue sudah.. yaaa.. belum lah bro”
Sosdem     : “Mati Lo, gawat kalau belum ngerjain”
Xiadus      : “Gawat gimana ?”
Sosdem     : “Yah... bisa dapat nilai E, kalau Lo nggak ngerjain tugas”
Xiadus      : “Sarap.... kan kita beda jurusan, mana gue tau ada tugas apa nggak, kenal sama pak Gandrung aja nggak. Dinarasi awal itu kan kita diceritakan beda jurusan, kelek marmud”
Sosdem     : “ooh iya ya, hehe gua juga lupa kalau ternyata pak Gandrung itu dosennya Brutuwali, Wkwkwkwkwkw”


#2
Berjalanlah Xiadus dan Sosdem ke kantin belakang kampus, ternyata di kantin sudah ada Brutuwali.

Xiadus      : “mau beli apa bro?” (sambil jalan)
Sosdem     : “sate kambing aja yang rasa bakso”
Xiadus      : “oke gua juga ah, sama”
Sosdem     : “nah itu Brutuwali, ngapain tu bocah, duduk sendiri di pojok dan tidak berdua lagi”
Xiadus      : “iya tu, mungkin lagi ngupil dia”
Sosdem     : “emang ngupil harus duduk dipojok sendiri ?”
Xiadus      : “ya mungkin.... . panggil aja dia ajak gabung kita”
Sosdem     : “idih, kita ?....  ya elo sama gua aja kali masak kita”
Xiadus      : “sama aja kelek marmud...”
Sosdem     : “ok, gua ganggil... Woi Brutuwali !!?”
Brutuwali : “woy,, ya... wah kalian kasini, nggak ada jam kuliah ? (sambil menengok)
Xiadus      : “nggak ada Brut”
Sosdem     : “ada gua, nanti jam setengah satu. Lah Lo nggak ada jam kuliah Brut ?”
Brutuwali : “ada juga nanti jam setengah dua”
Sosdem     : “tumben sendirian Lo Brut, temen Lo mana ?”
Brutuwali : “lah temen ku kan kalian”
Sosdem     : “Ohh iya ya”
Xiadus      : “tadi berangkat kekampus jam berapa Brut?”

Jawaban apakah yang tepat yang diucapkan Brutuwali ?
a.     Brutuwali : “dari kemarin nginep dus”
b.     Brutuwali : “jam 7 pagi dus, karna nih ketik naskah cerita ini”
c.      Brutuwali : “jam 12 lewat 12 menit dus”
d.     Brutuwali : “sekitar waktu menujukkan segarnya vitamin D dikurangi tergelincir mata hari kemudian dikalikan negatif kaki bemo”


Follow ig : gunawanbudi_utomo
Ada hadiah menunggumu....

Tunggu cerita selanjutnya... hehe