Subscribe:

Ads 468x60px

Sunday, 18 January 2015

Apa itu Perang Paderi (1821-1837) ?

Perang Paderi 1821


Perang paderi adalah perang yang terjadi di Sumatera Barat
Perang paderi disebabkan beberapa factor yaitu :
1.       Kaum Adat, kaum adat yang ingin mempertahankan kebiasaan (adat) setempat yang biasanya merupakan kebiasaan buruk seperti judi, sabung ayam, dan minum0minuman keras.
2.       Kaum Paderi, kaum yang ingin memberantas kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan oleh kaum adat yang dinilai bertentangan dengan ajaran agama Islam. Gerakan kaum Paderi disebut Gerakan Wahabi.
3.       Belanda ikut campur dalam pertentangan tersebut dengan membantu kaum adat.
Pertentangan antara kaum ini makin berkembang. Gerakan kaum Paderi makin bertambah kuat setelah bergabungnya Tuanku Imam Bonjol. Kaum adat terdesak, kemudian meminta bantuan kepada belanda.
Para pemimpin kaum Paderi : Haji Miskin, Tuanku Nan Rencek, Tuanku Nan Tua, Tuanku Pasaman, Tuanku Nan Cerdik, Tuanku Malim Basa (Tuanku Imam Bonjol), Datuk Bandoro, dan Tuanku Tambusi. Sedangkan kaum Adat dipimpin oleh Datuk Sati.
Perang Paderi di Sumatera waktunya bersamaan dengan perang Diponegoro di Pulau Jawa.




Thursday, 15 January 2015

Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya

Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya
istilah tersebut digunakan menggambarkan kelakuan seorang anak yang pasti tidak jauh dari kelakuan sang orang tua. biasanya istilah tersebut ditujukan untuk anak yang mbandel. biasanya pada saat ada anak yang mbandel kemudian dikatai oleh orang lain seperti berikut "pantesan anak itu begitu, orang tuanya aja juga begitu, Buah memang jatuh tidak jauh dari pohonnya"

maka dari itu, mari kita berperilaku yang baik, demi nama baik kita dan orang tua kita,
yuk yuk...

kejujuran membuahkan hasil yang manis

hallo kawan, apakah anda orang jujur ?
(jawab dalam batin anda diri saja)
kali ini saya mau sharing mengenai orang jujur,
banyak yang bilang dijaman sekarang ini kalau "jujur' itu akan "hancur"
mungkin statement tersebut benar, tetapi benar hanya sesaat saja. dan diakhirat akan mendapat balasan.
dalam kenyataannya, masih banyak orang jujur di dunia ini, masih banyak orang peduli di dunia ini. saya yakin orang yang jujur akan dimudahkan hidupnya, dan akan dimuliakan di akhirat kelak, amin,.

kejujuran itu berat, tetapi kalau terbiasa hidup jujur, maka hati akan adem, tenang, tentram, dan nyaman. beda dengan orang yang tidak jujur (pembohong) ,maka dalam hidupnya akan diselimuti kebohongan, kebohongan satu ditutup-tutupi dengan 5 kebohongan dan begitu seterusnya sehingga hidup orang yang tidak jujur selalu merasa was-was.

saya sendiri alhamdulillah mencoba selalu jujur, khususnya keseharian dan dalam ujian,
alhamdulillah saya mendapatkan beasiswa PPA dari dikti tahun ajaran 2013/2014,
alhamdulillah hidup saya lancar, dan semoga saya di berikan kelancaran menggapai cita-cita saya Amin..

salam kenal.
Gunawan Budi Utomo

Sunday, 11 January 2015

Friday, 9 January 2015